Filosofi Brownies

brownies

Filosofi Kue Brownies

Brownies dengan rasa yang enak, legit dan nikmaaat… Siapa yang tidak tahu kalau Brownies ini awalnya merupakan produk gagal alias bantat. Tetapi tak disangka, ternyata Brownies bantat ini nikmat. Akhirnya banyak orang tergila – gila dengan rasanya yang lezat.

Siapakah sang penemu Brownies ini?saya juga tidak tahu. Yang pasti dia orangnya kreatif,tidak mudah putus asa dan pandai besyukur. Tentu pandai bersyukur. Dengan karena kegagalannya itu mampu bersyukur, dan tidak mengeluh. Ternyata jadi produk baru yaitu Brownies. Karena sesuatu dimata orang lain yang dianggap itu sebagai kegagalan, namun dimata dia bukanlah kegagalan  tapi itu sebagi peluang menuju untuk suksess.Produk gagal ini jadilah produk yang nikmat yaitu Brownies.

Begitu dengan kehidupan. Seringkali kita menganggap, bahwa kita telah gagal dalam mencapai sesuatu. Padahal bisa jadi sesuatu yang dalam persepsi kita adalah ‘kegagalan’, sesungguhnya adalah ‘peluang’.

Sesuatu yang dianggap sebagaian orang adalah  ‘musibah’, bila kita lihat dari sisi lain bisa jadi menjadi suatu berkah. Mungkin Anda bisa bilang, “Rumah kebanjiran kok dibilang berkah tho mbak??” Tentu saja hal itu hanya tercetus oleh orang yang menganggap dirinya tertimpa ‘musibah’. Tapi bagi orang yang menganggap ‘banjir adalah berkah’, Ia boleh bilang, “Alhamdulillah rumah dan kampung saya kebanjiran, warga jadi saling tolong menolong dan jadi lebih akrab”.

Bencana memang suatu peristiwa. Namun bagaimana kita mempersepsi peristiwa tersebut tergantung pada diri masing-masing. Semakin orang itu bersyukur, maka semakin optimis ia dalam menapaki hidup. Bencana bukanlah saat untuk menangisi diri sendiri, tapi justru menjadi ladang amal dan ajang untuk tolong-menolong. Seperti kue coklat yang bantat, brownies ternyata lebih lezat dari kue coklat biasa yang merupakan produk gagal, ternyata kegagalan itu menjadi peluang yaitu Brownies. Tergantung presepsi masing – masing orang. ketika anda mempresepsikan akan terjadi keburukan maka keburukan itu pun akan terjadi, tetapi ketika anda mempresepsikan akan terjadi baik- baik saja, maka kebaikan pun akan benar terjadi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s